27/02/2018

Kader-Kader Hebat


Kader-Kader Hebat




“Saya panggil satu persatu dulu ya!”

Setelah selesai mengabsen, kegiatan evaluasi bulanan segera dilakukan. Satu persatu perwakilan dari kader setiap posnya menyampaikan hasil kegiatannya selama satu bulan. Mengevaluasi setiap kegiatan, menemukan masalah ataupun hambatan, melakukan rencana tindak lanjut . Berharap selalu ada perbaikan- perbaikan demi capai hasil yang memuaskan.

Demi mencapai keberhasilan suatu kegiatan, tentu banyak faktor yang menentukan. Manusia itu sendiri sebagai pelakunya, ketepatan dalam menemukan cara, serta uang selaku pendukungnya.

Bahagia sekali hatiku, mempunyai kader-kader yang semangatnya selalu membara. Di desa Banyu Biru aku mempunyai kader berjumlah sepuluh orang. Meskipun mereka tidak mempunyai gaji setiap bulannya, hal itu sama sekali tidak menyurutkan kualitas kerja.

Kaderku ibu Siti Fatimah. Beliau berusia 52 tahun, seorang ibu rumah tangga. Berbadan mungil, mempunyai berat badan hanya 47 kg. Meski hanya lulusan bangku Sekolah Dasar, beliau sangat pintar. Pernah mengikuti lomba pengisian SIP Posyandu dan meraih juara 1 di tingkat kabupaten.

Dari beliau aku mendapatkan banyak pengalaman. Kesabaran dalam mendidik putra-putranya. Hingga menjadi anak yang berprestasi. Meski hanya di rumah, namun pengalamannya seluas samudera. Cara pandang serta pola pikirnya sangat maju.

Lain lagi dengan ibu Mutmainah. Dengan kesibukannya di rumah sebagai penjahit, tetapi beliau selalu aktif mengikuti semua kegiatan di desa. Secara suka rela, menawarkan diri menjadi ketua RT. Dan satu- satunya ketua RT perempuan di desaku.
Suaminya meninggal 4 tahun yang lalu. Beliau memilih tidak menikah lagi. Alasannya hanya ingin fokus membesarkan kedua anaknya saja. Berkat kegigihannya, putra pertamanya diterima di salah universitas negeri ternama tanpa banyak kelurkan biaya. Sedangkan putrinya yang nomer dua, masih duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 7. Putrinya juga selalu beprestasi di sekolah.

Kalau masalah bunga dan tanaman hias, ibu Sarah pakarnya. Halaman rumahnya penuh dengan berbagai macam jenis bunga serta tanaman hias. Ada bunga anggrek, aster, azalea, camelia, mawar, dahlia, kamboja, sepatu dan masih banyak yang lainnya. Semua tertata dengan rapi. Dirawat dengan sangat baik. Semua bunga itu dijual untuk membantu mencari nafkah suaminya.

Suaminya bekerja di luar kota. Pulang setiap 2 bulan sekali. Putri pertamanya bersekolah di salah satu SMK Swasta. Kalau pada umumnya, anak seusia itu senang keluar rumah bermain dengan teman-teman. Dia memilih untuk bekerja paruh waktu untuk membantu ibunya hasilkan uang. Setelah pulang sekolah  sampai jam 7 malam, ikut membantu menjahit di konveksi milik saudaranya. Meskipun demikian, dia tetap beprestasi di kelas. Sungguh anak yang luar biasa. Putra keduanya, sudah masuk pondok pesantren sejak di bangku sekolah dasar. Dan saat ini sudah kelas 6.

Belum lagi ibu Sofi, selain aktif sebagai kader posyandu. Beliau juga aktivis masjid. Ketua pengajian ibu-ibu tepatnya. Di desa beliau rutin mengadakan pengajian setiap jumat sore. Beliau hanya mempunyai satu putra. Putranya juga hebat. Sejak Tsanawiyah sudah mondok. Dan akhirnya dapatkan beasiswa di Cairo Mesir. Masih 2 tahun menimba ilmu disana.

Bekerja dengan mereka membuatku bangga. Selalu mengingatkan jika salah satu dari kami berbuat salah dalam melaksanakan tugas. Saling menguatkan bila diantara kami sedang hilang semangat. Lebih dari itu, aku bisa belajar banyak bagaimana cara mendidik putra-putri mereka. Sehingga bisa menjadi anak yang istimewa.

Bersama mereka aku merasa berada di tengah- tengah keluargaku sendiri. Jarak usia yang terpaut jauh. Tidak membatasi komunikasi kami. Aku bisa bebas bercerita apapun. Mulai dari diskusi mengenai masalah- masalah kesehatan yang terjadi di desa, issue kesehatan di republik ini, sampai dengan masalah keseharian.

Mempunyai kader hebat, sangat menentukan keberhasilan sebuah program di desa. Karena setiap apa yang disampaikan mereka, pasti warga akan mengikutinya. Sebab sebelum mengajak, setidaknya mereka sudah melakukannya terlebih dahulu.

Kader hebat juga selalu mempunyai strategi dalam mencapai suatu keberhasilan kegiatan. Contoh yang sering dilakukan kader Banyu Biru yaitu satu hari sebelum pelaksanaan posyandu, mereka mengumumkannya terlebih dahulu di masjid. Pada saat hari pelaksanaan, kader akan melakukan pengumuman ulang. Ketika ada kegiatan khusus seperti bulan Februari dan Agustus, berkenaan dengan pemberian vitamin A. Kader akan memberikan pengumuman setiap kali pengajian. Menghimbau agar semua warga datang ke posyandu. Memastikan semua balita mendapatkan vitamin A. Selain itu,mengunjungi ibu yang sudah dua kali tidak datang ke posyandu. Semua hal itu terbukti efektif untuk mendorong warga agar datang ke posyandu.

Belum lagi, jika aku mengumumkan bahwa akan memberikan penyuluhan di balai desa. Semua kader pasti ikut serta. Mereka aktif dari mulut ke mulut menyambung informasi yang aku sampaikan. Tujuannya, supaya warga banyak yang datang ketika penyuluhan.

Merubah cara pandang dan pola pikir masyarakat. Agar melek kesehatan. Setelah masyarakat faham. Akhirnya dapat menggeser perilaku kesehatan yang selama ini masih salah, berubah menjadi benar.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search