25/02/2018

Ikhlas





Ikhlas
Sore itu hujan baru saja reda. Bau aroma tanah kering yang lama tidak terkena air, terasa segar saat hidungku menghirupnya. Mata ini disuguhi dengan air hujan yang masih tersisa di dedaunan. Ketika sang bayu menyapa, air itu tersirat berjatuhan.

Sembari mendengarkan berita di radio, mata ini sayu- sayu ingin teruskan tidurku lagi.Ya, suasana sejuk selepas hujan buat aku malas beranjak dari tempat tidurku.

Assalamu’alaikum, Bu Salma.” Terdengar suara seorang wanita memanggilku.

“Waalaikumsalam...”  Bergegas aku menuju ruang tamu.
Wanita paruh baya datang ke Polindesku setelah hujan turun dengan lebatnya. Bajunya yang basah kuyup, membuat dirinya menggigil kedinginan. Kulit yang menggelintir karena air dan bibir sampai berwarna biru.

Kupersilahkan ia duduk. Segera aku ambilkan handuk dan membuatkannya secangkir teh manis.

Dia nekat datang karena ingin memeriksakan tubuhnya. Awal berangkat memang sudah mendung. Dalam perjalanan dirinya kehujanan. Berteduhpun tidak ada tempat yang nyaman. Dirinya mengeluh  beberapa hari pusing tak terkira.

Setelah aku periksa ternyata darahnya tinggi. Hasil pemeriksaanku 170/90 mmHg. Ternyata itu yang menyebabkan kepalanya pusing. Ia hidup seorang diri, suami sudah meninggal 3 tahun silam. Sedangkan dirinya tidak mempunyai keturunan.

Mendengar ceritanya aku merasa sedih. Jika sudah tua, ketika sakit seperti ini tidak ada yang menemani. Sakitpun semua tetap harus dilakukan sendiri. Karena memang tidak ada yang mengurusi.

Setelah cukup lama kami bercerita, diakhir pembicaraannya beliau meminta maaf. Karena tidak memiliki uang untuk membayarku. Seketika itupun aku mengatakan tidak keberatan. Mendoakan kesehatan beliau, agar segera diberi kesembuhan.

Langkahnya perlahan-lahan meninggalkan Polindesku. Ku hantar beliau sampai dengan punggungya tak tampak lagi dihadapanku.

Segera ku ambil hpku. Langsung ingat kedua orang tuaku.

Assalamualaikum, Bu.”

Waalaikumsalam.

“Ibu dan ayah bagaimana kabarnya, sehat kan?”

Obrolan panjang terjadi diantara kita. Banyak cerita yang selalu ingin aku sampaikan pada beliau. Rasanya memang setiap hari ingin bercerita panjang, tentang semua yang aku lakukan. Akupun menceritakan kejadian yang baru saja aku alami. Dan seperti biasa, sebelum aku tutup telfonku, beliau selalu ingatkan aku dengan pesan- pesan indahnya.

Pesan beliau padaku, yang sampai kapanpun tidak akan pernah aku lupakan. Selalu bersyukurlah dengan apa yang sudah kita miliki. Berbuatlah kebaikan kepada siapapun tanpa memandang siapa dia. Berbagilah kepada sesama. Tolonglah siapapun selama kita mampu. Dan jangan lupa ibadah.

Keesokan harinya, Pak Ramdan datang ke Polindes. Beliau membawa pisang, terong dan bayam. Katanya ini semua titipan dari nenek Salimah yang kemarin sore periksa.

Aku senang sekaligus kaget. Padahal kemarin aku sudah ikhlas. Sama sekali tidak keberatan kalau beliau tidak bayar. Ternyata Allah memberikan rizki padaku berwujud lain.

Hasil dari sebuah keikhlasan, rizki yang tidak pernah disangka- sangka datangnya. Pembelajaran juga untuk diriku. Saat niat iklas menolong orang, tanpa pamrih apapun. Allah pasti akan menggantinya. Selain itu saat kita membutuhkan bantuan dari orang lain, dan orang lain menolong kita, sebagai rasa terimakasih tidak mungkin kita akan melupakannya begitu saja.

Syukurku tak terkira, dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa. Setiap apa yang aku alami. Selalu memberikan pembelajaran hidup yang berharga untukku.

Sebenarnya kalau mengingat masa dulu, ketika aku menolak kuliah di jurusan kebidanan, rasanya sangat malu. Karena ternyata profesi ini banyak memberikan kebahagian. Dengan berprofesi ini, pintu berbuat kebaikan terbuka lebar. Setiap apa yang dilakukan bila diniati dengan benar bisa menjadi ladang amal.

Tak bisa kubayangkan, misalkan dulu aku tetap bersikeras tidak menuruti kemauan ayah. Pastinya hanya penyesalan yang aku rasakan.


Setiap orang tua tau pasti, apa yang terbaik untuk anak- anaknya. Pengalaman  menjalani kehidupanlah yang membuat mereka faham, bagaimana mengarahkan anak- anaknya menuju gerbang kesuksesan.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search