12/01/2018

Kamu Yang Tadi? Part 1

Kamu Yang Tadi? 

Namaku Kim, pendek, kurang enak diliat, dan gajelas. Mungkin itu deskripsi paling jujur sejauh ini. Btw, aku anak kedua dari 3 bersaudara. Enggak perlu sebut nama. Lahir dari keluarga dengan tingkat religius yang tinggi mengharuskanku untuk berusaha sebisa mungkin untuk meningkatkan ibadahku. Bapak seorang kyai, hobinya nyeramahin orang. Tapi bapak orang yang selalu ada dan dapat diandalkan, kelihatannya sih gitu.
Pagi cerah seperti biasanya, burung berkicau bersahutan dangan melodi yang indah, angin berhembus lembut sehingga membuatku merekatkan resleting jaketku, nggak dingin sih, cuma biar keren aja. Kukencangkan tali sepatuku dan bersiap untuk berangkat sebelum akhirnya aku ingat kalo aku lupa memakai celana. “pantesan semriwing rasanya,”ucapku refleks, aku kembali ke kamar untuk mengambil celana basket favoritku. Dan sekarang aku siap secara mental dan fisik untuk jogging dengan tujuan refreshing dan sekalian sedikit cuci mata, jarum jam menunjukkan pukul lima dan aku sudah menaiki sepeda onthelku sebelum bapake tercinta keluar dengan pakaian jogging yang biasanya aku pakai.”mau lari-lari? Ayok sekalian bareng bapak, abis itu kita dengerin ceramah di masjid AT-TAQWA” ajak ayahku santai, sebenernya bukannya nggak mau sih, tapi ini berarti tujuan awal dari apa yang telah tertata pada tubuhku sirna,”Hah? Tapi aku udah janjian sama temen-temenku buat jogging bareng,” dan terpaksa kata-kata itu keluar dari mulutku untuk mepertahankan tujuan awalku,”Kamu itu anak bapak apa anaknya temen-temen kamu?,”tanya bapak sarkastik. Karena takut bila membangkang maka bapak akan mentipex namaku dari Kartu Keluarga akhirnya aku mengiyakan ajakan bapak
Dijalan kami ngobrol banyak hal, mulai dari hal-hal yang penting sampai hal yang nggak penting, udara pagi yang masih begitu fresh dan belum dinodai oleh asap-asap kendaraan bermotor dan jalanan  masih sangat lengang yang mungkin sampai bisa kubuat tidur-tiduran membuat kami sangat menikmati acara jogging pagi ini. Kadang kami bercanda ditengah jalan, maksudnya bukan beneran bercanda di tengah jalan, tapi saat dijalan. Yah, walaupun becandaan 

Bersambung

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search