06/07/2017

SAKIT,

SAKIT
OLEH: TEGAR ALEND RENALDHY

            Waktu itu, ya waktu aku masih duduk di bangku TK/0 besar. Waktu dimana belum memikirkan banyak pr dan masalah. Waktu yang ingin kuulangi lagi untuk saat ini, tetapi waktu yang tidak memungkinkan. Aku sekarang memasuki kehidupan yang sudah memiliki banyak pr dan masalah.
            Waktu kecil aku suka sekali bermain sepak bola. Ya, menurutku bola adalah teman. Teman yang selalu menemaniku disaat aku merasa bosan dengan semuanya. Sepak bola sudah menjadi hobiku sejak kecil. Sore hari adalah waktu yang pas untuk sepak bola. Setiap hari bermain sepak bola bersama teman memang tak ada bosannya. Yang biasanya waktu dalam sepak bola adalah 90 menit, tetapi aku dan teman-teman tidak menggunakan waktu tersebut untuk mengakhirinya. Adzan maghrib dan panggilan orang tualah yang menyudahi permainan sepak bolaku dan teman-teman.
            Saat duduk di bangku Taman Kanak-kanak, aku juga suka bermain ayunan dan lari-lari, terutama kejar-kejaran dengan teman. Aku melakukan semua kegiatan itu pada waktu istirahat.
            Suatu hari, kalau tidak salah hari Jumat. Hari itu sekolah masuk pukul 8 pagi. Aku sebelum pukul 8 pagi sudah sampai di sekolah dan kulihat sudah banyak teman yang sudah datang. Aku berpamitan kepada ibuku yang pada saat itu mengantarkanku ke sekolah. Aku langsung memasuki halaman sekolah dan tidak lupa menaruh tasku terlebih dahulu di dalam kelas. Aku langsung ikut bergabung dengan temanku yang sudah duluan bermain ayunan. Di sana semuanya bersenang-senang ria bermain ayunan. Aku melihat temanku entah siapa namanya aku lupa sekarang, dia sedang berjalan-jalan di depan temanku lainnya yang sedang bermain ayunan. Dia berjalan-jalan sambil menghindari ayunan yang ditumpangi temanku yang lain. Aku melihatnya sangat seru sekali apa yang dilakukan oleh temanku itu. Entah apa yang ada dipikiranku, aku ingin melakukan hal itu. Sebelumnya, temanku menawari untuk mengikutinya “Gar, ayo ikut dibelakangku,” ujarnya.
            “Oke,” balasku yang waktu itu tidak kepikiran apa-apa. Hehe.
            Dia yang berada di depanku, tahap pertaman lolos melewati ayunan yang ditumpangi temanku itu. Tahap kedua juga masih lolos melewati ayunan itu. Eh ternyata pada tahap ketiga hanya temanku yang lolos, aku tidak lolos melewatinya. Aku terseruduk ayunan dan mengenai bagian kiri kepalaku dan aku langsung terkapar di tempat.

Bersambung

Cerpen,Cerita Pendek

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search