14/07/2017

Menulis Cerpen

Menulis Cerpen
ACHMAD FAJRUL AKBAR


Siap grak!... Hari ini tanggal 17 Agustus 2016. Aku bersama teman temanku mengikuti upacara bendera di sekolah. Seperti upacara pada biasanya, Cuma bedanya petugasnya lebih tertib dari biasanya.“Huuh… akhirnya selesai juga,” kataku pada pungky. “ayok kok nek kelas,” jawabnya sambil berjalan ke tangga dekat ruang olahraga. Aku menuju ke sudut kelas. Disana ada banyak sampah sisa membuat madding yang kira – kira madingya baru 70% belum jadi.
Oh ya.. perkenalkan namaku Achmad Fajrul Akbar. Yahh, Anak baru waktu kelas 10 dan sekarang sudah kelas 11. Kanapa Aku jadi Anak pindahan, ehm ya karena waktu dulu tes di SMA Negeri 1 Bojonegoro aku nggak masuk dan disuruh sekolah di sekolah lain dan akhirnya pindah di sekolahku sekarang. Aku di kelas biasa-biasa saja, nggak terlalu menonjol. Kayaknya sudah cukup aku memperkenalkan diriku. Kembali ke masalah tadi, waktu madding kelasku cuma jadi sekitar 30%.
Kemudian Pungky dan Adam mengajakku untuk melanjutkan madding buat di pamerkan di MGK yaitu Malam Gelar Kemerdekaan. Aku melihat sekeliling kelas banyak teman- temanku yang juga mempersiapkan bagian-bagiannya di MGK. Di kelas ada yang membuat hiasan-hiasan, lampu, dan mempersiapkan stand nanti. Padahal hanya kurang beberapa hari sebelum MGK dimulai, dan kelasku baru menyiapkannya. Suasa seperti itu membuatku tegugah untuk mengerjakan madding dengan semangat. Terlihat wajah teman-temanku yang ingin segera pulang, tapi karana ingin cepat-cepat menyelasaikannya makanya banyak juga yang masih tinggal di Sekolah.
Hari sabtu dengan ditemani embun pagi Aku berankat sekolah. Sesampainya, di sekolah diadakan apel. Ternyata apel itu ditujukan untuk perpisahan atau bisa disebut pamitanlah. Ibu Kepala Sekolah Bu Wati dan Bu Husnul, Beliau-Beliau ingin melaksanakan ibadah haji. Setelah semua murid selesai berpamitan dengan Bu haji tersebut. Kita kemudian langsung mengadakan pesta besar-besaran. Bukan pesta yang kalian bayangkan, tetapi pesta ini dilakukan untuk memilih ketua OSIS/MPK yang baru. Pesta demokrasi.
Singkat cerita, biar nggak kebanyakan nulisnya. Setelah terpilih ketua OSIS/MPK yang baru Aku harus tetap melanjutkan madding kelasku. Hanya tinggal memasang dinamo dan lampu saja. Hari itu siangnya sangat terik bahkan awan-awan pun pada sembunyi. Tak peduli Aku dan Pungky pergi untuk mencari lampu dan dinamo. Kita berputar-putar cari benda itu. Memeng sulit mendapatkan dinamo yang diinginkan tapi untungya masih ada yang jual. Singkat cerita lagi. Malamnya kita sudah siap dengan stand kita di MGK. “Ayo..ayo yang mau photo booth langsung jadi. Cuma lima ribu,” teriakku kepada semua pengunjung. Tak lupa kita juga meminta vote agar menjadi stand favorit di MGK. Dari kejauhan terlihat sosok yang berwibawa, gagah bersama anaknya. Beliau adalah Guru Bahasa Indonesia yang kebetulan di tunjuk menjadi juri. Pak Mas Edy bertanya kepadaku yang kebetulan waktu itu aku yang menjadi mascot di stand kelasku. Ya karena kebetulan saja Aku menjawabnya dengan asal-asalan saja. Tak peduli salah atau benar jawaban yang Aku berikan pokoknya santai saja.
Seketika aku teringat akan tugas menulis cerpen dari Pak Mas Edy yang sudah diberikan kira-kira seminggu yang lalu ketika Beliau pergi ke Kalimantan. Disitulah timbul masalah karena Aku tidak terbiasa menulis cerpen dan bingung mau menulis apa. Awalnya Aku mau menceritakan tentang pertama kali masuk Di SMA Negeri 1 Bojonegoro. Tetapi jika aku ceritakan nanti malah jadi sebuah cerita berepisode-episode. Dan sampai akhirnya pada malam harinya aku menemukan sebuah judul yang sangat imajinatif, praktis, dan ekonomis eh maksudnya kreatif. Aku menulis bagainama suka duka cerpen ini terbuat. Bagaimana cerpen ini tercipta. Hingga masuk sekolah dan pertama kali pelajaran bahasa Indonesia setelah pak Mas Edy pergi liburan. Tetapi cerpen yang aku tulis ini masih belum selasai. “Baik anak-anak sepertinya ada tugas yang harus dikumpulkan,”ucap Pak Mas Edy kepada seluruh penghuni kelas. “loh pakkk, belum selesai. Terus gimana?”kata beberapa temanku. “ya sudah, kita lupakan dulu. Sebaiknya kita lanjut saja ke pelajaran selanjutnya,”kata Pak Mas Edy dengan nada sabar. Kita pelajaran seperti biasanya. Membahas cerpen hasil diskusi yang belum selesai. Pulangnya aku melanjutkan cerpenku ini. Dan akhirnya selesai sampai aku mengetik cerpen ini pada hari Minggu tanggal 11 September 2016. Dan ternyata ketika  aku mau print cerpen ini. kata-kata yang aku tulis di cerpen ini belum memasuki syarat layak untuk sebuah cerpen pendek. Sehingga aku bingung mau menulis apa. Dan sampai akhirnya aku melengkapinya lagi. Menyusunya menjadi lebih detail. Di malam hari tanggak 12 september 2016. dengan ditemani segelas air putih Aku menyusunya. Walau terkadang badan ini sudah mengajak untuk dibaringkan. Sampai tepat pukul 10.37 aku menyelesaikan cerpen ini di meja belajar bersama malam yang cerah tetapi masih sunyi.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search