06/05/2017

Salam Terindu Part .3

Salam Terindu
Karya: Juventia Llewellyn Pakpahan
 Part.3

Cerpen,Secepat inikah waktuku bersamanya? Mengapa Kau tega mengambilnya dariku? Siapakah nanti orang yang akan mengajariku bahasa jawa? Siapa lagi yang akan menggodaku? Siapa lagi yang akan melihatku latihan drum band di alun-alun? Siapa yang akan menceritakan kisah lucu untuk menghiburku? Siapa yang akan memanggil ‘Wentia’ padaku?
Apa aku terlalu nakal sehingga Kau mengambilnya? Jika iya, aku janji. Aku bersumpah tidak akan nakal, aku janji akan menjadi anak yang penurut. Aku janji akan berubah. Kembalikan kakekku padaku.
Suara jerit isak tangis hatiku terus bergema dan terngiang di telingaku. Segala cacian dan sumpah serapah tertahan, tak kuasa untuk terlontar dari mulut bocah ingusan sepertiku.
Aku terisak tiada henti. Apalagi saat kain putih itu sudah terbalut sempurna di tubuhnya. Aku menyaksikan proses pemakamannya. Memang terasa berat dan sesak, tapi aku ingin mengantarkan beliau ke tempat peristirahatannya. Kupandang dirinya untuk yang terakhir kali. Oh Tuhan, bahagiakan permataku disisiMu.
*******
Basah. Ah sial, aku masih saja cengeng. Kuusap buliran bening yang terasa hangat dengan telapak tangan. Rasa penyesalan tiba-tiba menyeruak di dalam hatiku. Entah aku harus bagaimana, aku tidak tahu. Apa aku harus marah, kecewa, atau memaki diriku sendiri? Seharusnya kukatakan padanya bahwa aku sangat mencintainya. Harusnya kukatakan ‘aku sayang kakek’ sebanyak yang aku bisa. Tapi bukan penyesalan bila tak datang di akhir.
Masih terngiang ucapan kakekku saat itu, “Kamu kalau sekolah yang pinter ya. Kalau kakek diberi umur panjang kakek bisa melihat kamu sukses. Tapi jika tidak, saat orang berkata ‘wah orang besar itu cucunya Marochmad’ tentu itu akan membuat kakek bangga sekali.” Mungkin untuk yang satu ini masih belum terlambat. Aku akan belajar sungguh-sungguh dan membuat harapan kakek terwujud.

Wahai angin, bawalah doaku padanya. Sampaikanlah bahwa suatu hari nanti Wentia-nya akan menjadi orang sukses. Wahai sang Purnama, jadilah saksi janji suciku. Tuntunlah aku tuk gapai bintang impianku. Terima kasih untuk kasih yang tak terganti. Sayangku takkan berhenti meski ragamu tak lagi bisa menemani. Salam terindu untukmu, kakekku.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search