14/05/2017

Perjuangan Part.3

Perjuangan
Oleh Nicko Andrean


Setelah menunggu setengah jam, akhirnya giliran kami untuk seleksi.
            “Nomor 13, Helium silahkan masuk!” panggilan dari panitia.
            Kami memasuki studio dan mulai memainkan alat musik kami. Juri mengomentari kami agar kedepannya lebih baik lagi. Setelah itu juri mengumumkan hasil seleksi.
            “Yang lolos seleksi ini Twister, Ginger, 4Tune, Samrock dan Helium,” kata juri.
            Kami yang tau akan hal itu langsung senang dan lari-lari dijalan karena ini hal pertama bagi kami. Saat MGK tiap band membawakan 2 lagu, yang terdiri dari 1 lagi wajib dan 1 lagu bebas.
            Kami mulai berlatih lagi karena dua minggu lagi Helium akan tampil di MGK. Permasalahan di band kami dimulai. Fisik kami yang kurang kuat membuat beberapa dari kami sakit. Niu yang mengalami radang tenggorokan, aku, Pey, Jau, dan Vey kelelahan. Kami memutuskan untuk istirahat tidak latihan selama seminggu. Hal yang tak terduga terjadi, ketika Ou pulang sekolah, ia tertabrak sepeda motor. Setelah tertabrak ia langsunh dibawa ke rumah sakit.
            “Teman-teman bagaimana ini?” tanya Ou.
            “Tidak apa-apa, Ou. Cepet sembuh, ya,” kata Niu.
            Aku, Jau, Vey, Niu, dan Pey berkumpul dikantin membahas permasalahan Ou.
            “Bagaimana ini kita belum latihan, dan Ou terkena musibah?” tanyaku.
            “Bagaimana Ou kita keluarkan aja, kalau nunggu Ou kelamaan?” sambung Pey.
            Kami ke kelas Ou dan memberitahu hasil rundingan kami. Ou terlihat kecewa dan langsung meninggalkan kami. Kami sedih dan kasihan melihat keadaan Ou. Aku langsung berytanya kepada panitia.
            “Tidak boleh ada pengurangan maupun penambahan pemain!”
            Mendengar hal itu aku terkejut. Bagaimana cara memberitahu Ou akan hal ini. Aku mendiskusikan hal ini pada yang lain. Rasa malu untuk mengajak Ou kembali, menyelimuti kami.
            “Hey, Ou!” tegur Andri.
            Ou tidak menghiraukan hal itu, mungkin karena Ou masih kecewa dengan kami.
            “Ou! Maaf, aku cuma mau…,” belum selesai kataku, Ou pergi meninggalkan aku.
            Kami coba menghubungi lewat BBM, LINE, tetapi tidak ada balasan darinya. Kami memikirkan cara yang tepat untuk mengajak dia kembali bermain band bersama kami.

            Sudah 2 hari kami tidak berbicara dengan Ou, padahal kurang 6 hari lagi tampil, dan kami belum pernah latihan untuk MGK. Akhirnya, kami bersama-sama datang ke kelas Ou.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search