12/05/2017

Perjuangan Part.1

Perjuangan
Oleh Nicko Andrean
Cerpen
            “Huh!” nafasku terengah-engah setelah berlari. Dua detik lagi gerbang sekolah akan ditutup. Untungnya aku berhasil melewatinya sebelum bel berbunyi.
            “Telat lagi, Io?” ejek Er.
            “Enggak ya, masih kurang dua detik,” jawabku.
            Memang hampir setiap pagi aku datang ke sekolah seperti itu kurang 5 menit, 2 menit, bahkan 2 detik seperti tadi pagi. Memang aku lebih suka datang seperti itu karena aku tidak suka menunggu terlalu lama untuk belajar di sekolah.
            Pak Mim terlihat dari kejauhan. Teman-temanku bersiap-siap memulai pelajaran. Hari-hari berjalan cukup menyenangkan, karena aku baru bersekolah di sini selama 1 bulan.
            Keesokan harinya, ada yang berbeda dihari itu. Saat istirahat ada pengumuman.
            “Panggilan kepada seluruh ketua kelas, harap berkumpul di depan ruang guru sekarang juga, terima kasih,” suara yang mucul dari pengeras suara.
            Teman-teman menebak pengumuman apakah yang akan diumumkan Il. Setelah selesai TM, Il kembali ke kelas.
            “Pengumuman apa, Il?” tanya Tar.
            “Tentang MGK, Tar. Acara tahunan SMA 1. Teman-teman diminta mempersiapkan MGK mulai sekarang dari membuat mading, stand, dan memikirkan apa yang akan dijual saat MGK nanti,” Il mengumumkan di depan kelas.
            Aku tidak memperhatikan itu karena aku tidak tertarik akan hal itu. Lagipula, aku juga tidak pernah melihat MGK yang lalu.
            “Pengumuman ke-2, ada seleksi band yang akan diadakan besok Sabtu minggu depan,” tambah Il.
            “Berapa band yang akan tampil?” tanyaku. Aku mulai tertarik dengan hal itu karena aku juga suka bermusik.
            “Lima band, Io. Band itu campuran dari beberapa kelas juga boleh,” jawabnya.
            Aku menjadi semangat dalam acara ini. Tapi yang masih kubingungkan, dengan siapa aku akan tampil. Aku tidak punya band di SMP, tetapi aku akan berusaha mengajak teman-temanku. Aku menuju ke kantin membeli beberapa makanan ringan.
            “Io!” tegur Ou.
            “Oh, Ou. Ada apa?” tanyaku karena jarang sekali Ou bicara padaku.
            “Ayo gabung bandku kurang guitarist, nih,” ajaknya.
            “Ayo aku mau!” kebetulan sekali tanpa aku mencari sudah ada yang mengajak.
            “Besok latihan ya, sebentar lagi seleksi.”
            “Oke, aku siap. Ngomong-ngomong kita satu band sama siapa aja?”
            “Sama Pey, Jau, Vey, dan Niu. Pokoknya besok pulang sekolah di Dinamic!”

            “Oalah ya. Oke, Ou. Makasih ya”

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search