20/05/2017

Lentera Kehidupan ,Part.2

Lentera Kehidupan
(karya : Rosada Febytaduri )
CERPEN,Part.2

“Drettt… Drettt…” dering panggilan membuyarkan lamunanku.
Setelah kulihat ternyata dari ayah. Kebetulan sekali, aku sedang merindukannya. Dengan cekatan kupencet tombol untuk menjawabnya, namun sayang ayah sudah lebih dulu mematikannya. Entah apa maksud ayah, namun akhir-akhir ini beliau sangat aneh. Beliau juga tidak seperti biasanya, beliau jarang sekali memberi kabar. Padahal, biasanya paling sedikit 3 kali dalam sehari beliau selalu berkomunikasi denganku. Beliaupun juga tak seceria biasanya yang sering memberikan lelucon kadang sampai membuatku tergelitik kaku. Selera humor beliau sangat tinggi, sehingga beliau juga bisa menjadi seperti sahabatku sendiri. Ini benar-benar menyita pikiranku untuk beberapa saat ini.
“Lunaaa..” suara bunda mengagetkanku dari belakang.
“Iya bun?” jawabku.
“Tadi ayah nelfon, nanyain kabar kamu. Sama ayah titip pesan ke bunda katanya dia gak bisa kirim uang untuk rekreasi kamu. Jadi ya tolong dipertimbangin lagi keinginan kamu buat ikut study tour itu. Masa kamu nggak kasian tho sama ayah, Nduk?”
“Iya, tadi ayah juga telfon Luna. Tapi waktu Luna angkat tiba-tiba sudah mati, Bun. Kalo masalah itu tenang saja, Luna bisa mempertimbangkannya,” jawabku sambil tersenyum ramah kepada bunda.
“Yasudah, ini sudah mau maghrib ayo kedalam persiapan sholat jamaah di musholla,” ajak bunda dan kemudian kuikuti langkah bunda untuk masuk kedalam rumah.
Mengenai study tour itu, aku benar-benar tidak memikirkan. Toh, kalo diizinkan ya berangkat kalo tidak ya tidak masalah bagiku. Namun yang menjadi pikiranku ada apa dengan ayah, apakah ayah sedang tidak bekerja? Padahal sebentar lagi aku membutuhkan banyak uang untuk masuk SMA. Hmm aku benar-benar tidak berhenti memikirkan hal tersebut.

Bersambung

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search