04/05/2017

Awal Perjuangan Part 1

Awal Perjuangan  
Oleh : Ilham Yusuf Bachtiar


            Sore itu sekolah mulai sepi, hanya ada sedikit siswa yang bermain basket. Namun tidak dengan Doni, ia melakukan rutinitasnya tiap hari Jumat yaitu pertemuan OSIS. Ya, Doni menjadi salah satu pengurus OSIS di sekolahnya. Dulunya Doni adalah siswa yang rajin, namun akhir-akhir ini entah kenapa tingkahnya aneh dan tidak serajin dahulu. Biar bagaimanapun Doni adalah Doni yang dahulu sebagai anak yang sederhana dan ramah terhadap orang lain.
            Hari-harinya ia lalui secara normal, bahkan tak ada hari yang spesial. Sampai di suatu hari dia disarankan untuk menjadi calon Ketua OSIS oleh salah satu temannya. Ia mengalami kebimbangan dalam memutuskannya. Berhari-hari ia nampak dalam kebimbangan setelah mendapat saran temannya tersebut. Ingin bercerita, namun ia tak tahu harus bercerita kepada siapa. Akhirnya dia memberanikan diri untuk meminta pendapat ibunya sepulang sekolah.
***
            “Bu, bolehkan aku menjadi Ketua OSIS?” tanya Doni kepada ibunya sambil melepas sepatu.
            “Mengapa kamu bertanya seperti itu Nak? Kamu sudah tumbuh dewasa, kenapa ibu harus melarangmu?” sahut Ibunya sambil mengupas pisang.
            “Jadi, ibu mengizinkanku?” lanjut Doni yang berjalan menuju ke dapur.
            “Tapi ingat tugasmu sebagai seorang pelajar adalah belajar. Jangan sampai organisasi melupakan tanggung jawabku terhadap ibu.” Terang ibunya.
            Setelah perbicaraan singkat dengan ibunya kemarin, nampak Doni menemukan jalan terang yang selama ini menghantuinya. Ia semakin mantap dengan pilihannya, banyak orang yang mendukungnya namun tak jarang pula orang yang tidak suka dengannya. Selama masa kampanye dia masih dalam kebingungan karena dia berniat mencalonkan diri namun belum ada satupun kata yang terbenak dalam pikirannya tentang bagaimana visi dan misi ketika menjadi Ketua OSIS. Teman-temannya yang lain terlihat sudah siap dengan amunisi mereka masing-masing. Bahkan dari mereka tak sedikit yang sudah melakukan kampanye dari 1 kelas ke kelas yang lain setiap harinya.
Kurang seminggu lagi pemilihan Ketua OSIS dan pamflet harus sudah terpasang keesokan harinya. Doni berpikir keras untuk menghadapi hal tersebut. Terlintas dibenaknya yaitu mencari sumber referensi di internet. Ya, di internet salah satu bantuan yang dapat membantunya. Mulai kata perkata ia tulis pada secarik kertas, karena ia tidak begitu bagus dalam mengingat sesuatu hal. Terlebih lagi dia tak mampu menulis dengan bagus, mengingat hal tersebut ia bergegas pergi kost salah satu teman ceweknya.
“Assalamualaikum.” salam Doni.
“Waalaikumsalam, ada apa ya, Nak? Malam-malam datang kemari, kan ini kost khusus putri.” balas ibu kost sambil meletakkan buku masakan.
“Maaf Bu sebelumnya, saya Doni temannya Widya. Adakah Widya di kost Bu?” sahut Doni yang mulai tak sabaran.

“Oh Nak Doni, iya Widya ada di kost kok. Silahkan duduk dulu Nak, saya panggilkan Widya.” Balas ibu kost yang segera beranjak masuk ke dalam rumah.

Bersambung

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search