23/03/2017

Keberhasilan yang Tertunda

Keberhasilan yang Tertunda

CERPEN
            Di suatu pagi yang cerah diiringi kicauan burung yang saling bersahutan, Andi berangkat menuju ke sekolah dengan semangat untuk menuntut ilmu. Setiap hari ia selalu berangkat pagi sekali. Sesampainya di kelas ia menyapa temannya yang sedang melaksanakan tugas piket.
“Pagi, Kawan,” sapa Andi.
            “Pagi, Andi,” sahut temannya sambil meneruskan membersihkan kelas.
            Saat bel tanda masuk berbunyi semua siswa sudah datang dan duduk di tempatnya masing-masing. Saat pelajaran berlangsung semua siswa memerhatikannya dengan serius. Andi adalah salah satu anak yang rajin di kelasnya, ia senantiasa membantu temannya yang kesusahan dengan tugas yang di berikan oleh gurunya.
            Di suatu siang yang cerah seorang guru bahasa mengumumkan bahwa akan diadakan seleksi lomba cipta baca puisi untuk mewakili sekolah dalam lomba cipta baca puisi ditingkat kabupaten. Setiap kelas diminta mengirimkan perwakilannya 2 orang siswa dan Andi dipilih oleh teman-temannya untuk mewakili kelas mereka dalam seleksi tersebut.
            Disaat hari seleksi Andi merasa gelisah karena ia tahu perwakilan dari kelas lain tidak mudah untuk dikalahkan, tapi ia sudah mempersiapkan materinya dari jauh-jauh hari dengan matang. Jadi meskipun gelisah ia tetap optimis bisa lolos seleksi untuk mewakili sekolahnya. Saat siswa lain membacakan puisi Andi tetap optimis dengan puisinya ia bisa lolos. Seluruh acaranya berjalan dengan lancar.
            Pengumuman hasil seleksinya akan diumumkan tiga puluh menit setelah berakhirnya seleksi. Banyak siswa yang gelisah menunggu hasil pengumumannya dan ada juga yang tenang karena mereka yakin akan lolos seleksi. Setelah menunggu tiga puluh menit akhirnya penantian dari peserta seleksi terbayarkan, setelah melihat hasil seleksinya ternyata yang mewakili lomba cipta baca puisi ditingkat kabupaten adalah Andi. Meskipun siswa yang tidak berhasil merasa sedih mereka juga mendukung Andi agar menang dalam lomba tersebut.
Guru bahasanya pun memberi selamat dan menyemangati Andi agar Andi bisa maksimal saat melaksanakan lomba,“Selamat ya Andi, kamu harus berusaha keras mulai dari sekarang agar kamu bisa menang, meskipun kamu belum menang kamu bisa mengambil pelajaran dari lomba itu.”
“Siap, bu. Saya akan berusaha dengan keras,” ujar Andi.
            Ada juga temannya yang tidak suka dengan Andi karena ia berhasil menjadi wakil sekolahnya, ia adalah Budi. Ia termasuk anak yang pandai di kelasnya, tapi ia tidak suka ada orang yang menang darinya. Ia sering menjahili Andi dengan merusak sepedanya atau dengan yang lain.
            Saat hari diadakan lomba tiba Andi lebih semangat dari biasanya, ia telah berusaha keras demi memenangkannya. Suasana di tempat lomba begitu ramai, banyak peserta yang antusias dalam lomba tersebut juga banyak orang tua dari siswa-siswi tersebut yang datang untuk menyaksikan putra-putrinya tampil dalam lomba. Semua peserta membawakan puisi mereka dengan santai dan tenang begitupun dengan Andi, meskipun ia merasa gugup tapi ia bisa membawakannya dengan tenang.
Pengumuman pemenangnya langsung diumumkan hari itu juga setelah istirahat makan siang. Semua peserta terlihat optimis bisa memenangkan lomba tersebut meskipun ada juga yang gelisah menunggu pengumuman lomba. Setelah menunggu begitu lama penantian mereka terbayar juga, setelah diumumkan pemenangnya ternyata Andi tidak berhasil mendapat juara pertama, kedua, maupun ketiga.
Ia merasa kecewa karena tidak menjadi juara, tapi ia sudah cukup senang karena bisa mencapai tingkat sepuluh besar. Dari hasil pengumuman tersebut ia merasa masih perlu banyak berlajar dan berusaha lebih keras lagi agar bisa mencapai tujuannya.
Di sekolah berita tersebut sudah menyebar banyak siswa yang kecewa tapi mereka tetap memberi semangat kepada Andi. Tapi tidak dengan Budi, ia mengejek Andi atas ketidak berhasilannya.
“Kenapa kau tidak bisa memenangkan lomba itu, apa perlu aku yang turun tangan biar bisa menang?” ujar Budi.
“Mungkin ini adalah nasib yang telah diberikan oleh Tuhan kepadaku agar aku lebih berusaha lagi ,” jawab Andi.
“Ah, itu paling cuma alasanmua aja,” ujar Budi sambil berjalan keluar kelas  menuju ke kantin.
Selang beberapa hari ada pengumuman bahwa Dinas Pendidikan akan mengadakan lomba membuat cerpen. Lomba tersebut tidak diadakan di tempat tertentu tetapi peserta mengirimkan hasil karyanya ke Kantor Dinas Pendidikan.
Panitia memberikan beberapa syarat untuk peserta yang mengikuti lomba, syaratnya ialah peserta membuat cerpen minimal seribu kata dan harus buatan peserta sendiri dengan tema bebas. Lomba tersebut diadakan untuk siswa sekolah dasar hingga siswa menengah atas dengan di golongkan setiap jenjang sekolahnya.
Pemenangnya akan mendapatkan piagam dan hadiah yang menarik dari panitia dan karyanya akan diterbitkan di majalah dan koran lokal maupun nasional. Setelah mendengarnya banyak siswa yang antusias dalam lomba tersebut mereka ingin karyanya dimuat di majalah dan koran nasional, Andi juga sangat bersemangat setelah mendengar adanya lomba tersebut.
“Mungkin in kesempatanku untuk menunjukkan bakatku dan membuat bangga kedua orang tuaku,” gumam Andi sambil berjalan menuju ke kantin.
“Lomba yang sebelumnya saja kau tidak bisa menang, apalagi yang ini,” ejek Budi sambil berjalan ke tempat duduknya.
“mungkin saja rezekiku ada di lomba ini, ak selalu optimis bahwa aku bisa memenangkannya,” jawab Andi.
“Terserah kau lah mau bilang apa, aku yakin kau tidak akan menang,” kata Budi.
Andi sangat bersemangat dalam membuat cerpen yang menarik untuk dilombakan. Cerpennya ia beri judul “ Keberhasilan yang Tertunda “. Setelah selesai mengerjakannya ia langsung mengirimnya ke pihak panitia. Setelah menunggu sekian lama akhirnya hasilnya keluar juga dan cerpen Andi yang menjadi juaranya dan diterbitkan di majalah koran nasional.

Ia merasa senang dan lega akhirnya ia berhasil menjadi juara lomba tersebut. Teman, guru, dan orang tuanya ikut bangga Andi bisa memenangkan lomba membuat cerpen.

(Oleh : Alfian Bayu Pamungkas)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search