28/03/2017

Balada Pensil

Balada Pensil
Oleh : Cynthia Indah Desita Putri


Cerpen“Mau yang ungu ini dong, Mbak.”
            Oh! Apa kau mendengarnya? Kutolehkan netra ke kiri dan ke kanan, perasaan membuncah seolah sudah masa. Oh! Mendekatlah dan dengar debaran perasaanku. Baiklah, bahkan aku tak punya jantung yang berdetak. Kurasa melayang, tentu saja sulap dan sihir adalah bukan. Saat tiba di tujuan, ku merasa di khayangan. Luapan debaran tak kuasa kutahan, lihat jelaga juga mahkota kelam tertata indah. Tidak, senyumnya terlalu hebat! Apakah remaja tanggung ini nonaku? Oh baiklah, sekarang kurasa  melayang untuk kedua kalinya.
            Setiap saat melihatnya, buncahan afeksi dalam raga serasa tak terkira. Saat seluruh tatapan ceria seolah pendaran intan tingkat dasa dalam mohs bertangga. Ya, pernah kucerna kata – kata serupa dalam kanvas bergaris miliknya.
            Usang sudah tampilan luar andalan. Jangan salah sangka, aku bukanlah barang yang patut dilempar ke pembuangan. Ada rasa tak tenang. Aku tak bisa menghindarkan ketakutan. Imaji liar memaksa singgah dalam pikiran. Tak kurang seperdua bagian telah hilang tinggalkan istana.
            Jelaga miliknya redup! Apa – apaan surai berantakan dan kantung mata yang semakin kentara itu?
            Kugali ingatan, berharap serpihan kenangan semalam. Sebuah berkas mendobrak ingatan, pantas saja nona berantakan. Aku ingat, semalam terlihat angka – angka dihadapan nona.
            Kini terasa tenang di sekitar, mereka sedang ujian. Teori asal milikku seolah dipatenkan dengan kehadiran seorang pengajar menyapu pandang ke semua bagian ruang pembelajaran.
            Tunggu! Ia melepasku dari genggamnya, ini tak wajar.
            “Harus pakai bolpoin, Bu?”
            Oh tuhan! Suara indah sarat putus asa itulah kesukaanku! Setelahnya, netraku hanya tertawan oleh nona yang semakin tergambar depresinya.
.
            Pernah di suatu masa, aku terjebak kehilangan nona dari pandangan. Terbawa ombak manusia entah kemana. Oh! Kumohon, aku benar – banar ingin pulang sekarang. Nona adalah aurum bukan pyrite, dan aku yakin tentang itu. Semua kilaunya adalah nyata, menemukanku adalah hal mudah untuknya, semoga saja.
            Baiklah, entah telah berapa lama aku menatap sekitar yang telah berubah –gelap terang- yang kuyakini aku sendirian sekarang. Apakah nona tak sadar kehilangan eksistensiku? Tidak mungkin, ia membutuhkanku untuk seluruh tumpukan pekerjaan sekolahnya. Lalu kenapa ia tak mencariku? Apa aku benar terbuang sekarang?
            Setelah sekian masa, ia menemukanku. Tertutup tumpukan harta makhluk – makhluk penghuni kelas di bagian belakang. Oh! Lengkungan bibirnya benar – benar membuatku terbang setelah tak melihatnya begitu lama.
.
            Pernah juga, saat setelah diriku ia keluarkan dari istana petang itu, aku menatapnya yang tengah melempar begitu saja barang – barang sekolahnya. Ia sudah seperti itu semenjak kembali dari ‘rumah pertamanya’. Sial, nona benar – benar tak mempedulikanku. Ia hanya berkutat dengan benda kotak berwarna putih hasil kepekaan intelejensi manusia itu, aku benar – benar merasa hal yang baru saat ini. Aku tak memusingkan ini sebelumnya, tapi ia terlalu memberi perhatian pada makhluk kurang ajar itu!
Namun, setelah kuselami raut nona, aku menyesal. Menyesal bahwa aku begitu dungu membiarkan egoku berkuasa. Nona sedang punya masalah, seseorang membuatnya sedih? Ah, aku tak ingin melihat ekspresi berantakan itu pada nona. Namun sekali lagi, aku bisa apa? Andaikan aku bisa berkonversasi dengannya, aku akan mengatakan ‘Tersenyumlah, bahkan intan selalu bersinar di mana saja!’ lalu akan kupastikan ia selalu merekahkan bibir. Namun pada akhirnya, aku tak berkontribusi apa – apa.
.
            Pekan – pekan ini aku merasa aneh, nona tak pernah menggenggamku untuk ditorehkan di kanvas ukuran kartu pos miliknya. Aku tak jua melihat temanku yang warna – warni itu berada di dekat nona. Apakah sesuatu terjadi? Biasanya ia selalu menggambar banyak perempuan – perempuan kawaii di buku itu. Nona kehilangan zona nyamannya? Atau memang benar adanya desas – desus seperti yang dikatakan penghapus bahwa suasana hati nona sedang benar – benar buruk? Aku benar – benar tak bisa memahami isi otak anak remaja perempuan. Dan lagi, netraku hanya terjerat membisu dibuatnya.
.
            Hari ini, dari fajar hingga gulita, nona banyak bernyanyi. Aku senang mendengar lantunan ceria dari nona. Ia benar benar menawan dengan bahasa tubuh yang ramah saat bernanyi itu. Tapi tetap saja, yang paling kusuka ialah nona dengan kelereng gelap miliknya yang berpendar! Oh, suasana hatinya sedang sangat berbunga sekarang. Aku benar – benar tak bisa memahami isi otak remaja perempuan. Tak ada yang perlu aku khawatirkan. Dan aku hanya perlu menikmati kebahagiaan nona sebagai rasa senangku juga.
.
            Ya, aku suka. Bahagia bahwa nona adalah seorang ceria yang selalu bersinar. Ia bukan seorang dengan lantunan nada khayangan, tapi aku suka. Ia tak pernah dinobatkan menjadi ratu kecantikan sejagad, tapi aku suka. Ia bahkan tak punya raga proporsional bak model terkenal, tapi aku suka. Aku suka jelaga miliknya yang tak tenang saat kehilangan eksistensiku. Aku suka surai obsidian miliknya yang bergoyang indah akibat tingkah hypernya. Aku suka kenyataan bahwa seluruh kawan tergelak oleh sikep eksentriknya. Aku suka seluruh hal dari nonaku. Namun, yang paling kusuka ialah lengkungan ke bawah dua belah bibirnya seolah akibat eksistensi gravitasi tingkat maksimal yang membuat debaran tak wajar ini masih sama seperti pertama ku terjerumus manik indahnya. Dan aku akan terus menikmati seluruh hal dalam kisah perjalanan hidupku dengan nona kesayanganku ini.
SELESAI
Catatan:
1.     Skala mohs : skala untuk mengetahui tingkat kekerasan kristal, dari satu hingga sepuluh.
2.     Aurum : Au, emas
3.     Pyrite : mineral dengan bentuk fisik sangat mirip emas, namun bila digosok akan meninggalkan cerat berwarna hitam. Biasa disebut emas palsu.
4.     Intan : diamond. Kristal paling keras, paling sempurna, paling bagus kilapnya. Banyak digunakan untuk perhiasan.
5.     Kawaii : lucu, imut.
6.     Hyper : berlebihan.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search